Sirih (Piper betle)

By. Tri Aan Agustiansyah, AMK

Sinonim :
Chavica auriculata Miq. Artanthe hixagona

Kingdom:Plantae

Division:Magnoliophyta

Class:Magnoliopsida

Order:Piperales

Family:Piperaceae

Genus:Piper

Species:P. betle

Nama betel dari bahasa Portugis – betle, berasal sebelumnya dari bahasa Malayalam di negeri Malabar yang disebut vettila. Dalam bahasa Hindi lebih dikenali pan atau paan dan dalam bahasa Sunskrit pula disebut sebagai tambula. Dalam bahasa Sinhala Sri Lanka disebut bulat. Sedangkan dalam Bahasa Thai pula disebut sebagai plu. Tanaman ini sudah dikenal sejak tahun 600 SM sebagai antiseptik yang mampu membunuh kuman.

Uraian tanaman :

Perdu, merambat, batang berkayu,berbuku-buku, beralur, warna hijau keabu-abuan. Daun tunggal, bulat panjang, warna hijau. Perbungaan bulir, warna hijau kekuningan. Buah buni, bulat, warna hijau keabu-abuan.

Sirih (Piper betle) termasuk jenis tumbuhan merambat dan bersandar pada batang pohon lain.Tanaman ini panjangnya mampu mencapai puluhan meter. Bentuk daunnya pipih menyerupai jantung, tangkainya agak panjang,tepi daun rata, ujung daun meruncing, pangkal daun berlekuk, tulang daun menyirip,dan daging daun tipis. Permukaan daun berwarna hijau dan licin, sedangkan batang pohonnya berwarna hijau tembelek atau hijau agak kecoklatan dan permukaan kulitnya kasar serta berkerut-kerut. Daun-daun sirih yang subur berukuran antara 8sm. – 12sm. lebar dan 10sm. – 15sm. panjang.

Tulang daun bagian bawah gundul atau berambut sangat pendek , tebal, berwarna putih, panjang 5 cm – 18 cm, lebar 2,5 cm – 10,5 cm. Bunga berbentuk bulir, berdiri sendiri diujung cabang dan berhadapan dengan daun. Daun pelindung berbentuk lingkaran, bundar telur terbalik atau lonjong, panjang kira-kira 1 mm. Bulir jantan, panjang gagang 2,5 cm – 3 cm, benang sari sangat pendek. Bulir betina, panjang gagang 2,5 cm – 6 cm. Kepala putik 3-5. Buah buni, bulat, dengan ujung gundul. Bulir masak berambut kelabu, rapat, tebal 1 cm – 1,5 cm. Biji membentuk lingkaran.

Daun sirih mempunyai bau aromatik khas; rasa pedas, kas.

Morfologi daun : Merupakan daun tunggal Helaian daun berbentuk bundar telur sampai lonjong, ujung runcing, pangkal berbentuk jantung atau agak bundar berlekuk sedikit, pinggir daun rata agak menggulung kebawah, permukaan atas rata, licin agak mengkilat, tulang daun agak tenggelam, permukaan bawah agak kasar, kusam, tulang daun menonjol, permukaan atas berwarna lebih tua dari permukaan bawah. Tangkai daun bulat, warna coklat kehijauan panjang 1,5 – 8 cm

Sirih diketemukan dibagian timur pantai Afrika, disekitar pulau Zanzibar, daerah sekitar sungai indus ke timur menelusuri sungai Yang Tse Kiang, kepulauan Bonin, kepulauan Fiji dan kepulauan Indonesia. Sirih tersebar di Nusantara dalam skala yang tidak terlalu luas. Di Jawa tumbuh liar di hutan jati atau hutan hujan sampai ketinggian 300m diatas permukaan laut. Unutk memperoleh pertumbuhan yang baik diperlukan tanah yang kaya akan humus, subur dan pengairan yang baik.

Sirih hidup subur dengan ditanam di atas tanah gembur yang tidak terlalu lembab dan memerlukan cuaca tropika dengan air yang mencukupi. Daun Sirih (Piper Betle) sejak lama dikenal oleh nenek moyang kita sebagai daun multi khasiat.     Selain untuk ramuan tradisional, daun sirih paling banyak dipakai untuk nyirih atau nginang (Jawa). Daun sirih dicampur dengan pinang (jambe) dan kapur dikunyah.. Biasanya kelengkapan untuk ‘nginang’ tersebut adalah daun sirih, kapur sirih, pinang, gambir, dan kapulaga. Kebiasaan nyirih ini ternyata bisa memperkuat gigi dan menjauhkan mulut dari berbagai macam penyakit mulut semisal sariwan, gusi pecah dan sakit radang tenggorokan Terkandung Minyak atsiri dalam daun sirih yakni fenol betel dan kavikol menimbulkan aroma yang harum. Dua bahan ini bisa berfungsi sebagai antiseptis alami karena mengandung komponen fenol alami. Rasa sirih itu sendiri disebabkan oleh kandungan fenol dan bahan-bahan terpene yang menyebabkannya pedas. Bahan-bahan yang terdapat dalam daun sirih ialah kalsium nitrat, sedikit gula dan tannin

Faktor-faktor yang menentukan keenakan sirih adalah jenis sirih itu, umurnya dan cahaya matahari serta keadaan daun-daunnya di bagian atas tumbuhan itu. Daun sirih untuk dimakan adalah daun-daun melintang di bagian atas dahan-dahan sisi dan yang terbaik adalah yang terbesar sekali. Sirih hutan tidak boleh dimakan, selain daunnya yang keras rasanya juga tidak enak. Ia tumbuh dipohon pokok yang terdapat di hutan hujan tropika.

Bagian yang digunakan : daun

Nama simplisianya Pipperis folium; daun sirih

Sifat khas : tajam, menghangatkan, dan membersihkan darah.

Kandungan kimia : minyak atsiri (eugenol, methyl eugenol, karvakrol,kavikol, alil katekol, kavibetol, sineol, estragol), karoten, tiamin, riboflavin, asam nikotinat, vitamin C, tanin, gula, pati, dan asam amino.

Khasiat : astringen, ekspektoran, sialagoga, hemostatik, dan antiseptik.

Kegunaan : batuk, bau badan, demam, difteri, disentri, keputihan, sariawan, sakit gigi, sakit tenggorokan, wasir, borok (obat luar), gatal (obat luar), mengurangi asi (obat luar), mimisan (obat luar), napas atau mulut bau (obat kumur), reumatik (obat luar), radang mulut, sakit mata, Eksim, menghilangkan jerawat; pendarahan gusi, Bronkhitis, Batuk dan asma,luka;, Sakit jantung, Sifilis, Alergi/biduren, Diare.

Zat antiseptik di dalam sirih dapat digunakan sebagai obat kumur dan menjaga kesehatan alat kelamin wanita. Sirih juga umum digunakan untuk mengatasi bau badan dan mulut, sariawan, mimisan, gatal-gatal dan koreng, serta mengobati keputihan pada wanita.

Daun sirih juga dapat memperbanyak keluarnya air susu ibu (ASI) untuk ibu yang baru melahirkan dengan banyak meminum air rebusan daun sirih

Komposisi dari daun sirih mengandung ragam senyawa kimia yang diperlukan untuk membuat ramuan tradisional.

ANATOMI

Epidermis atas terdiri dari satu lapis sel, bentuk persegi empat, kutikula tebal licin, pada pengamatan tangensial tampak bentuk poligonal dengan dinding samping lurus. Epidermis bawah serupa dengan epidermis atas, pada pengamatan tangensial tampak berbentuk poligonal dengan dinding samping agak berombak. Pada kedua permukaan daun terdapat rambut penutup dan rambut kelenjar. Rambut pada epidermis atas lebih sedikit daripada epidermis bawah.Rambut penutup terdiri dari satu sel, bentuk kerucut pendek, ujung runcing, panjang 18 – 25 mikrometer, dingding tebal kutikula licin. Rambut kelenjar mempunyai kepala kelenjar bersel satu, bentuk bulat. Stomata tipe anomositik, panjang 25 – 35 mikrometer, terdapat banyak epidermis bawah, pada epidermis atas tidakterdapat stomaya. Hipodermis terdapat pada dua permukaan daun, hipodermis atas umumnya terdiri dari dua lapis sel, hipodermis atas umumnya satu lapis sel, sel hipodermis berbentuk persegi empat, besar, jernih, tersusun rapat; pada hipodermis terdapat sel minyak berisi minyak atsiri berwaran kekuningan. Jaringan palisade terdiri dari satu lapis sel, terletak dibawah hipodermis atas, mengandung banyak butir hijau daun, juga terdapat sel minyak seperti sel minyak pada hipodermis. Jaringan bungakarang terdiri dari beberapa lapis sel, bentuk sel tidak beraturan, tersusun agak mendatar; sel minyak seperti pada palisade. Berkas pembuluh tipe kolateral, diantara jaringan floem terdapat sel minyak. Di atas berkas pembuluh pada tulang daun utama umumnya terdapat saluran sizogen; pada parenkim yang sederet dengan palisade terdapat banyak butir hijau daun; terdapat juga sel yang berisi hablur bentuk prisma yang tidak larut pada penambahan asam klorida pekat P. Serbuk warna hikau kecoklatan. Merupakan tumbuhan C3

http://www.iptek.net.id/ind/pd_tanobat/view.php?id=6

http://www.pnm.my/sirihpinang/sp-sirih.htm

http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/0613/kes4.html

Anonim, 1980, Materi Medika Indonesia jilid IV, 92-97, Depkes RI,

Mooryati, S., 1998, Alam Sumber Kesehatan, 347-349, Balai Pustaka, Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: