Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Organ Sensory

GERONTIC NURSING

Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Organ Sensory

By. Tri Aan Agustiansyah

Kasus Pemicu : Nenek D 71 tahun, mengeluh pandangan kabur, keluhan yang dirasakan sudah dua tahun terakhir. Dirumah sering jatuh karena kesandung benda – benda yang ada dirumah, baru – baru ini nenek tidak bisa berjalan karena terjatuh di kamar mandi akibat lantai yang licin

Daftar Pertanyaan : 1. Mengapa pada usia lanjut sering mengeluh pandangan mata kabur ? 2. Bagaimana proses kehilangan ketajaman penglihatan pada orang tua? 3. Mengapa umur sering dihubungkan dengan perubahan – perubahan di mata ?

Data yang perlu dilengkapi (Pengkajian) : 1. TTV : TD = 140/90 mmHg, N=98 x/mnt, S=36,5O C, RR=24 x/mnt 2. Darah lengkap : eritrosit, leukosit, hematokrit, trombosit, 3. GDS : 140 mg/dl 4. Pemeriksaan Snellen Chart : 0/6 5. Terdapat luka lecet di lutut kiri 6. Nenek D mengatakan tidak pernah menggunakan kaca mata. 7. Nenek D mengatakan sering merasakan silau pada cahaya yang terang 8. Nenek D tampak lusuh, kuku panjang dan kotor, badan kotor, bau pesing, dan rambut acak-acakan. 9. Nenek D terlihat berbaring di tempat tidur 10. Nenek D mengatakan kakinya terkilir dan tidak bisa berjalan 11. Nenek D mengatakan tidak bisa pergi ke kamar mandi untuk mandi 12. Nenek D mengatakan seminggu yang lalu terjatuh di kamar mandi karena lantai yang licin

Informasi / Jawaban yang sesuai dengan pengembangan konsep / teori :

1. Bagian tengah lensa tidak mendapat perdarahan kapiler secara langsung. Dengan demikian, seiring dengan penuaan, sel-sel di bagian tengah lensa adalah bagian yang paling tua dan paling sedikit mendapat oksigen. Apabila sel-sel tersebut mati, mereka tidak diganti. Hal ini cenderung menyebabkan lensa menjadi kaku dan kurang transparan. Lensa menjadi kurang mampu mengubah bentuknya untuk memfokuskan suatu objek ke retina sehingga objek tampak kabur. Pada orang tua, kualitas penglihatan sering berkurang.

2. Pengurangan Ketajaman penglihatan (yakni kemampuan melihat dengan jelas) terkait dengan meningkatnya usia. Beberapa faktor pendukung kehilangan ketajaman. Pupil mengecil secara progresif, lensa yang berawan dan kekuningan, cairan vitreous menipis, dan kehadiran dari pelampung dalam badan vitreous semuanya berkontribusi terhadap kehilangan ketajaman penglihatan. Penglihatan sekitar akan berkurang, penglihatan malam berkurang dan sensitivitas meningkat pada cahaya yang menyilaukan.

3. Perubahan struktur multiple terjadi pada penuaan mata. Kornea, lensa, tubuh ciliary, iris, badan vitreous dan cairan mata semuanya mengalami perubahan terkait dengan umur. Kornea secara umum mengalami penurunan sensitivitasnya, menyebabkan orang tua menjadi kurang mengetahui injury pada mata. Sel epithel dalam kornea mengalami penurunan jumlahnya. Produksi cairan mata menurun terkait dengan umur, tetapi sangat tidak mempengaruhi keseimbangan tekanan intraocular. Cairan dari badan Viterous menjadi bahan pengencer, dan orang yang berganti-ganti akan muncul dalam ladang visualnya. Sebagai tambahan, menjadi lebih besar dan kaku, lensa menjadi tidak bewarna dan buram, mempengaruhi ketajaman visual dan mendorong ke arah Katarak. Sebagaimana penuaan mata, maka akan terjadi akumulasi cairan yang mengumpul di tepi luar kornea, lingkaran cairan terlihat keabu-abuan di sekeliling iris yang disebut arcus senilis. Tidak ada kumpulan patologi mengenai arcus senilis. Iris sendiri kehilangan pigment terkait usia, banyak dijumpai pada orang tua dengan mata biru atau iris keabu-abuan. Dengan meningkatnya usia, pupil menjadi mengecil. Dari usia 60 tahun, pupil hanya dua pertiga dari ukuran pada dewasa muda. Pengurangan ukuran pupil berkontribusi terhadap kehilangan ketajaman penglihatan. Proses dari kemampuan bantuan mata memfokuskan objek dekat dan jarak jauh. Bantuan seperti menyempurnakan koordinasi dari badan ciliary dan serat otot iris. Sebagaimana badan ciliary mengkerut, lensa mempertebal, dan serat otot dari iris mengkerut, hasilya pupil mengecil. Caranya, otot ciliary mengganti ukuran lensa. Usia, bagaimanapun, menyebabkan otot ciliary menjadi panjang dan kehilangan elastisitasnya. Suatu otot tergantikan dengan jaringan penghubung, menghasilkan pengurangan kemampuan untuk mengganti bentuk dari lensa dan focus dengan jelas pada objek dekat. Lensa menjadi kehilangan elastisitas dan sisa seluler yang panjang mengumpul di dalam kapsul lensa menghasilkan kehilangan bantuan. Pertukaran ini menghasilkan kondisi yang disebut presbyopia atau “old sightedness”.

Data dan Masalah Keperawatan Data (Objektif dan Subjektif)

Ds : Nenek D mengatakan tidak bisa pergi ke kamar mandi untuk mandi Do : Nenek D tampak lusuh, kuku panjang dan kotor, badan kotor, bau pesing, dan rambut acak-acakan. Self Care Deficit

Ds : Nenek D mengatakan seminggu yang lalu terjatuh di kamar mandi karena lantai yang licin Nenek D mengatakan kakinya terkilir dan tidak bisa berjalan Do : Terdapat luka lecet di lutut kiri Nenek D terlihat berbaring di tempat tidur Kerusakan Mobilitas Fisik

Ds : Nenek D mengeluh pandangan kabur, keluhan dirasakan sudah 2 tahun, Nenek D mengatakan dirumah sering jatuh karena kesandung benda – benda yang ada di rumah Nenek D mengatakan tidak pernah menggunakan kaca mata Nenek D mengatakan sering merasakan silau pada cahaya yang terang Do : Nenek D tampak tidak menggunakan kaca mata Pemeriksaan Snellen Chart : 0/6 Resiko Tinggi Injury

Asuhan Keperawatan 1. Diagnosis Keperawatan a. Self Care Deficit berhubungan dengan Gangguan Visual, ditandai dengan : Ds : Nenek D mengatakan tidak bisa pergi ke kamar mandi untuk mandi Do : Nenek D tampak lusuh, kuku panjang dan kotor, badan kotor, bau pesing, dan rambut acak-acakan.

Tujuan : Setelah dilakukan perawatan 3 x 24 jam diharapkan Nenek D dan keluarganya dapat membantu pemenuhan Hygine dengan baik, dengan kriteria hasil : Ds : Nenek D mengatakan bisa melakukan aktivitas membersihkan diri dengan bantuan keluarga Do : Nenek D tampak bersih dan terawat dengan baik

Rencana Intervensi : 1. Kaji faktor – faktor penyebab yang berperan : kemunduran penglihatan, dll 2. Dorong individu dan keluarga untuk mengenakan kacamata atau alat bantu korektif. 3. Ajarkan keluarga cara memandikan Nenek D di tempat tidur atau di kamar mandi 4. Berikan keamanan dalam kamar mandi (lantai tidak licin, batang pegangan, dsb) 5. Anjurkan keluarga untuk membeli alat bantu mobilitas, seperti kursi roda. 6. Tempatkan perlengkapan mandi dalam lokasi yang paling sesuai untuk individu 7. Observasi kemampuan individu untuk melaksanakan perawatan mulut, menyisir rambut dan mengerjakan tugas.

Evaluasi / Hasil yang diharapkan : 1. Pasien dan keluarga dapat mendemonstrasikan kebersihan optimal setelah bantuan perawatan diberikan 2. Keluarga berpartisipasi secara fisik dan atau verbal dalam aktivitas pemberian makanan, mengenakan pakaian, ke kamar mandi, mandi, dsb

b. Kerusakan Mobilitas Fisik berhubungan dengan Defisit Sensory, ditandai dengan : Ds : Nenek D mengatakan seminggu yang lalu terjatuh di kamar mandi karena lantai yang licin Nenek D mengatakan kakinya terkilir dan tidak bisa berjalan Do : Terdapat luka lecet di lutut kiri Nenek D tampak berbaring di tempat tidur

Tujuan : Setelah dilakukan perawatan 3 x 24 jam diharapkan adanya peningkatan mobilitas, dengan kriteria hasil : Ds : Nenek D mengatakan sudah mampu berjalan pelan dengan bantuan. Do : Nenek D tampak menggunakan alat – alat yang adaptif untuk meningkatkan mobilitas

Rencana Intervensi : 1. Ajarkan untuk melakukan latihan rentang gerak aktif pada anggota gerak yang sehat 2. Lakukan latihan rentang gerak pasif pada anggota gerak yang sakit 3. Hindari berbaring atau duduk dengan posisi yang sama dalam waktu lama 4. Biarkan Nenek D menjuntaikan tungkai di samping tempat tidur selama lima menit sebelum mengambil posisi berdiri 5. Anjurkan untuk ambulasi, dengan atau tanpa bantuan 6. Bantu klien ke luar dari tempat tidur pindah ke kursi roda atau kursi 7. Beri dorongan ambulasi untuk berjalan singkat yang sering, dengan bantuan bila belum dapat berdiri tegap 8. Anjuran keluarga untuk menyediakan alat bantu ambulatory yang dapat digunakan dengan tepat dan aman misalnya tongkat, walker atau kursi roda untuk nenek D 9. Sediakan alat bantu mobilitas untuk klien, seperti pemegang tangan di sekitar dinding rumah.

Evaluasi/hasil yang diharapkan : 1. Nenek D memperlihatkan penggunaan alat-alat yang adaptif untuk meningkatkan mobilitas 2. Nenek D dan keluarga menggunakan tindakan pengamanan untuk meminimalkan kemungkinan terhadap cedera 3. Nenek D memperlihatkan tindakan untuk meningkatkan mobilitas 4. Nenek D dan keluarga melaporkan adanya peningkatan mobilitas.

c. Resiko Tinggi Injury Faktor Resiko : kerusakan fungsi sensory : penglihatan

Tujuan : Setelah diberikan perawatan 3 x 24 jam, diharapkan tidak terjadi Injuri pada Nenek D, dengan kriteria hasil : Ds : Nenek D mengatakan tidak pernah terjadi cedera lagi. Do : Tidak pernah terjadi cidera lagi pada nenek D

Rencana Intervensi : 1. Anjurkan keluarga untuk menyediakan alat bantu lihat untuk Nenek D, mis. Kaca mata 2. Anjurkan keluarga untuk mendesain isi rumah, untuk memudahkan Nenek D dalam melakukan aktifitas di rumah 3. Tempatkan barang – barang keperluan nenek D pada tempat yang mudah dijangkau 4. Simpan benda tajam pada tempatnya. 5. Anjurkan Klien untuk meminta bantuan pada keluarga 6. Gunakan lampu penerangan yang cukup 7. Instruksikan klien untuk enggunakan sepatu yang pas dan mempunyai sol anti slip 8. Ajarkan keluarga untuk menyingkirkan benda – benda yang menonjol seperti catelan mantel, papan rak, meja, pada aerah yang sering dilalui), dan singkirkan sampah di rumah 9. Ajarkan keluarga untuk selalu membersihkan lantai di rumah dan tidak licin 10. Pasang pegangan tangan di kamar mandi. 11. Berikan permukaan yang tidak licin pada bak mandi atau pancuran dengan memasang keset traksi.

Evaluasi/Hasil yang diharapkan : 1. Nenek D mampu mengidentifikasi factor-faktor yang meningkatkan kemungkinan terhadap cidera 2. Nenek D mengungkapkan suatu keinginan untuk melakukan tindakan pengamanan sehingga mencegah cedera 3. Nenek D mengungkapkan suatu maksud untuk melakukan tindakan – tindakan pencegahan tertentu (misalnya, menggunakan kaca mata)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: